Contoh Kultum, denan judul “Kehidupan Ibarat Sebuah Stasiun Kereta Api”

Kehidupan Ibarat Sebuah Stasiun Kereta Api

 oleh : Achyar Ulul Amri

1510

Assalamu’alaikum Warrahmatullahhiwabrokatuh

                Alhamdulillahhirobbil’alamin wassolatuwassholamu’ala asrofil anbiya iwal mursalin wa’ala alihi washabihi ajmain amma ba’du.

                Piju Syukur selalu kita haturkan kehadirat Allah SWT karena berkat rahmat dan karunianya kita dapat berkumpul diruangan ini dalam keadaan sehat wal’afiat. Shalawat beriring salam semoga selalu tercurah keapada junjungan kita nabi besar muhmmad SAW.

                Dalam kesempatan kali ini saya akan menyampaikan sebuah kultum dengan judul kehidupan ibarat sebuah stasiun kereta api.

                Kehidupan kita didunia ini hanya bersifat sementara. Bumi hanya dijadikan tempat persinggahan manusia sebelum akhirnya kita bisa masuk kealam akhirat baik neraka ataupun surga. Di dunia, Allah memberikan waktu bagi manusia untuk menunjukkan ketaatannya kepada Allah swt. BAgi manusia yang bisa memanfaatkan kesempatan beribadah didunia maka InsyaAllah pintu-pintu surge akan terbuka baginya. Namun jika seornag manusia lalai menggunakan kesempatannya selama hidup maka neraka telah siap menampungnya.

                Kehidupan kita didunia ini sangat mirip dengan situasi ketika menunggu sebuah kereta di sebuah stasiun. Sebelum bisa menaiki kereta yang akan membawa kita ketujuan maka kita perlu membeli suatu tiket yang disebut karcis. Untuk membeli karcis itu dalam kehidupan nyata kita memerlukan sejumlah, uang namun untuk membeli tket masuk ke surga allah, kita memerlukan pahala-pahala yang cukup untuk mendapatkannya. Selama waktu menuggu kedatangan kereta yang menjemput. Kesempatan kita untuk memperoleh pahal sedang terbuka selebar-lebarnya. pada periode inilah manusia dapat melakukan berbagai usaha untuk memanen pahala. Jika kita disebuah stasiun dan tidak memiliki uang  ada dua jalan yang kita lakukan, pertama melakukan perbuatan baik atau yng kedua yaitu melalaikan kesempatan dengan melakukan perbuatan buruk. Untuk mendapat pahala sebanyak-banyaknya manusia dalapat melaukan amalan ibadah seperti sholat, puasa, zakat, sedekah, dan sebagainya selama hidup. Dengan analogi disebuah stasiun melakuakan usaha seperti menolong orang, berjualan sesuatu, menyediakan jasa membawa barang, dan sebagainya demi mendapat barang untuk mendapatkan tiket. Disi lain ada orang yang lupa tujuannya datang ke stasiun dan malah melakukan perbuatan buruk seperti mencuri yang pastinya membawa dosa dan membuatnya harus mendekam disebuah tahanan. Yang sama penganalogiannya dengan seorang yang melakuan perbuatan pelanggaran agama yang akhirnya akan mendapat ganjaran neraka. Orang yang telah memiliki uang yang cukup dapat membeli karcis menaiki sebuah kereta, dan orang yang memiliki pahala yang cukup dapat menuju surga di akhir hidupnya.

                Inti dari pengandaian kehidupan dengan sebuah stasiun kereta adalah mengingatkan kita untuk tidak lalai dalam hidup dan menggunakan kesempatan selagi hidup untuk beribadah kepada Allah swt.

                Semoga kultum yang singkat ini bisa bermanfaat bagi kita semua. Jika dalam penyampaian kultum ini ada kesalahan yang menyinggung perasaan saya mohon maaf dan kepada Allah SWT saya mohon ampun.

                Akhir kata saya ucapkan, wabillahitaufik wal hidayah wassalamu’alaikum warrahmatullahi wabarokatuh.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s