Pergi Ke Australia Dengan Gratis (contoh laporan hasil wawancara)

   Pergi Ke Australia Dengan Gratis

oleh : Achyar Ulul Amri

      Banyak dari kita bermimpi untuk pergi ke luar negeri, mungkin hanya sekedar untuk jalan-jalan dan melihat secara langsung budaya yang dimiliki oleh negara lain, namun sebagian besar dari kita menganggap hal ini hanya hayalan semata, mengingat besarnya biaya yang perlu dikeluarkan. Beruntung bagi anak-anak yang mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pertukaran pelajar keluar negeri, mereka dapat pergi keluar negeri secara gratis dan juga bisa mendapatkan berbagai pengalaman baru disana.

     Pada tanggal 25 februari 2012 yang lalu, dua siswa kelas 11 SMAN Sumatera Selatan (Sampoerna Academy) Muhammad Chaidir dan Esty Risa Mubarani pergi ke Melbourne Australia selama 2 minggu, dalam rangka mengikuti program pertukaran pelajar antara SMAN Sumatera Selatan (Sampoerna Academy) dan haileybury School.

     Sebelum mendapatkan kesempatan emas itu mereka harus mengikuti tahap-tahap seleksi yang diadakan sekolah terlebih dahulu, “seleksi dimulai sekitar Akhir januari , pertama sekolah akan menentukan beberapa kandidat siswa, dari seleksi yang pertama ini di dapat enam orang, kemudian setiap siswa yang lulus tersebut diwajibkan membuat personal statement, curriculum vitae, dan membuat presentasi. dari semua aspek yang dinilai ternyata saya menjadi siwa yang terpilih untuk mengikuti program ini” ujar chaidir ketika diwawancarai di ruangannya B-104.

   Dahulunya chaidir tidak pernah terpikir untuk bisa pergi ke Australia, namun ia sangat bersyukur kepada Allah SWT karena bisa mendapatkan kesempatan pergi ke Australia secara gratis yang dibiayai oleh sekolah asalnya. Ketika ditanyai mengapa dia tertarik mengikuti program ini, Chaidir mengatakan bahwa Dia mempunyai cita-cita untuk pergi keluar negeri, sebelum mengikuti program ini, dia pernah mengikuti seleksi program pertukaran pelajar keluar negeri yang diadakan oleh Bina antarbudaya (AFS), namun sayangnya ia tidak berhasil mengikuti program pertukaran pelajar AFS itu. Kegagalan yang dialaminya tersebut tidak membuat semangatnya jatuh tapi malah membuat semangatnya untuk beruasaha keras menjadi semakin membara, dan ternyata di kesempatan beriktunya ia lulus untuk mengikuti program pertukaran pelajar ke Australia yang diadakan sekolahnya .

    Ketika pengumuman hasil seleksi diumumkan ia langsung memberi kabar kepada orang tuanya yang ada di Aceh bahwa Ia berhasil menjadi siswa yang terpilih untuk mengikuti program pertukaran pelajar tersebut, orang tua nya sangat senang mendengar kabar tersebut.

    Menurut chaidir kepintaran bukalah segalanya dalam proses seleksi program ini, namun lebih tergantung terhadap skill yang dimiliki oleh seseorang. setiap orang mempunyai keahlian yang berbeda-beda, mungkin keahlian yang ia milikilah yang membuat sekolah tertarik untuk memilihnya.

     Ketika ditanya mengenai aktifitas yang dilakukannya selama di Australia, dengan semangat chaidir mulai menceritakan pengalamannya itu. “selama dua minggu di australia saya dan Esty mengikuti proses belajar di haileybury school, bersama siswa-siswi disana, kami saling bertukar kebudayaan, Selain itu kami juga menyempatkan diri untuk pergi kebeberapa tempat untuk pergi berkunjung, seperti kebun binatang Australia, untuk melihat penguin, kangguru dan bintang lain yang merupakan ciri khas dari Australia, pergi ke aquarium raksasa, dan tidak lupa juga kepasar tradisional Australia untuk membeli buah tangan bagi keluarga saya dan teman-teman saya di SMAN Sumatera Selatan”. Ujar chaidir.

     Menurut chaidir pengalaman yang paling menarik yang ia rasakan selama di Australia adalah menjadi seorang nomaden , selama tinggal 2 minggu disana chaidir tinggal di 3 rumah yang berbeda, yaitu dirumah Duncan 7 hari, dirumah Sebastian 6 hari, dan terakhir dirumah Simon 1 hari, semua rumah yang ia tinggali adalah rumah dari murid-murid haileybury yang pernah berkunjung ke SMAN Sumtera Selatan dalam program pertukaran pelajar yang sama. tinggal di rumah yang berbeda-beda membuat chaidir mendapat lebih banyak pengalaman yang berbeda dari setiap rumah yang ia kunjungi.

    Chaidir memiliki impian besar yaitu jika ia menjadi seseorang yang berpengaruh besar di Indonesia hal pertama yang ingin dia lakukan untuk membuat Indonesia menjadi lebih baik dari pada sekarang dan menyaingi Australia adalah mengubah sistem pendidikan Indonesia, karena menurutnya itu adalah hal yang sangat vital dalam suatu Negara, tidak dipungkiri Negara-negara yang sudah maju seperti australia sudah terlebih dahulu mengembangkan sistem pendidikan mereka guna menjadi bangsa yang gemilang dimasa depan.

   Pengalaman yang ia dapatkan selama di Australia akan dengan senang hati dibaginya kepada setiap orang, khusunya terhadap keluarganya yang ada di Aceh, dan teman-teman yang ada di SMAN Sumatera Selatan. ia berharap dengan berbagi pengalaman, lebih banyak lagi orang yang akan tertarik mengikuti program ini dan beruntung menjadi sang terpilih, sehingga orang tersebut bisa mendapatkan pengalaman yang berharga dan tak akan terlupakan di negeri kangguru itu.

   Chaidir senang sekali mendapatkan kesempatan langka untuk mengikuti program pertukaran pelajaran ini. dengan tidak mengelurkan uang sedikitpun ia dapat pergi ke Australia dengan gratis, semua hal yang diperlukannya disana dipenuhi oleh SMAN Sumatera Selatan, ia berharap pengalaman yang ia dapatkan selama di Australia akan berguna baginya dimasa depan.

Nara sumber : M. chaidir (chaidirm@yahoo.com)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s